|
PKS: Isu Reshuffle Kejauhan, Jatah 4 Menteri Bukan Amal |
|
|
|
|
Ditulis oleh andri rusmana
|
|
Senin, 08 Februari 2010 19:40 |
|
Jakarta - Wacana reshuffle yang dihembuskan Partai Demokrat (PD) menuai
kritik tajam dari Wasekjen PKS Fahri Hamzah. Bagi dia, reshuffle
terlalu jauh dan jatah 4 menteri untuk PKS bukan amal.
"Wacana reshuffle kejauhan. Dalam pengertian yang ngomong tidak punya
kewenangan. Kalau SBY yang bilang, dia yang punya kewenangan. Meski dia
tahu itu efek dari koalisi," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan,
Jakarta, Senin (8/2/2010),
Setelah menjadi pembantu presiden, kata dia, menteri harus tunduk pada
UU Kementerian dan tunduk pada presiden.
Dalam kesempatan itu, Fahri meluruskan tentang persepsi koalisi yang
selama ini dipahami keliru oleh teman-temannya. "Dianggap ini itu
(koalisi) charity (amal) dari parpol besar ke partai kecil di bawahnya
bahwa kami sudah dikasih menteri 4. Ya kami itu siapa. Itu keliru,"
ujar politisi muda ini.
Menurut Fahri, koalisi itu kongsi kerjasama memenangkan SBY. "Setelah
SBY menang, dari itu kita bikin kerjasama dan PKS diberi tugas
meneruskan cita-cita pemerintahan yang ideal yaitu kabinet reformis dan
diberikan di Depsos, Deptan dan lainnya," kata eksponen 1998 ini.
"Pengakuan koalisi politik, koalisi parlementer dan berlanjut ke
koalisi kabinet. Di situ kerjasama, bukan charity," cetus dia.
Sumber: DetikCom |